Monday, February 08, 2016

godaan dunia



aduh cantiknya dunia yang menggoda. parasnya yang elok membuatku lupa tujuan utamaku..
akhirnya kurebahkan badanku dan kuhentikan langkahku demi melihat keindahanmu . 
hanya untuk menantikan jawaban dari pertanyaan ku yang bodoh, tanpa menyesali sedikitpun bahwa tujuanku masih teramat jauh

duhai dunia yang indah,
sungguh aku teramat bodoh yang rela melepaskan alas kakiku dan berteduh di bawah rindang pohonmu
berharap menemukan jawaban yang aku cari  , padahal engkau sengaja menyimpan jawaban itu agar aku mau berlama lama bersama denganmu , dan membiarkan aku mati di sini menantikan jawaban yang aku harapkan

aku terlalu senang dengan kebodohanku
betapa aku terlalu bodoh untuk mencintai mu , dunia .
terlalu menyayangimu, membiarkan kepalamu bersandar di pundakku 
dan menghentikan nafasku , melupakan haus ku, hingga aku di sini mati

musuh dalam fikiran

kamu adalah musuh dalam pikiranku
berkali kali ku halau, bahkan ku pertanyakan maksud mu bermain dalam pikiranku, namun kamu selalu tersenyum

tak jarang aku menasihati diriku sendiri 
seperti seorang pesakitan, aku bertahan, aku melawan dan aku mencoba mengusirmu dari fikiran

tak cukupkah kau membiarkan aku berbahagia dengan kesendirianku?
mengapa tak juga sedikitpun kamu terlihat akan beranjak meninggalkanku
bahkan tak sedikitpun senyuman itu memudar ataupun mengering

bukankah sudah cukup bagimu bermain dalam fikiranku? setelah sendi sendi jiwa ku kau patahkan dan kau lemparkan seperti debu agar aku tak mampu bergerak meninggalkanmu ataupun melupakanmu sedikit saja.

ya tuhan, tidakkah cukup doa ku untuk menjauhkan wanita yang bukan jodohku?
tidakkah cukup engkau menyaksikan aku berperang melawan diriku sendiri selama ini?
atau kah tuhan ku tengah cemburu?
karna aku mencintai seorang wanita melebihi cintaku pada tuhanku
atau kah ia tengah menguji , untuk siapa rasa cinta ini ?

Sunday, January 24, 2016

kangen

aku kangen senyumanmu..
aku kangen tentang bagaimana aku dapat melihatmu tertawa
melihatmu berbicara, bersenda gurau
bagaimana kau berjalan , mengiri langkahku menapaki jalan setapak

aku kangen semua tentangmu
tentang bagaimana kamu berbicara dan memanggilku
aku kangen, tentang bagaimana caramu memperhatikanku

elok , laksana bidadari
lembut sikapmu , membuat aku semakin merasa tak pernah akan berhenti merindukan kamu

jikala masih ada waktu
aku ingin memandangmu lebih lama
seakan aku ingin waktu berhenti untuk seribu tahun lamanya

andai kamu tahu, bahwa rasa ini slalu hanya ada kamu
dalam fikiranku, slalu terbenamkan keanggunanmu
meski aku  diam, tersenyum dan tertawa, tapi slalu hanya ada kamu bersemayam bak jiwa.

aku takut, sulit untuk melepas rasa kerinduan ini.  
karna bagiku separuh ruhku menjadi milikmu


penyair

andai

andai saja bisa kukejar , meski di bumi belahan utara
atau saja bisa ku berbicara , meski sepenggal kalimat 
andai saja bisa , menatap mu lagi 
menyentuh jemarimu , berjalan beriringan menembus malam

andai saja,
waktu bisa kembali
detik berhenti
aku ingin mengucapkan rasa terima kasih ku , karna telah menemani kehidupanku sampai kepergianmu yg terakhir 

andai bisa, aku ingin ucapkan maaf
mengatakan betapa aku merasa bahagia saat bersamamu
saat berdua denganmu
saat menatap kamu
membelai rambut indahmu
seakan akan aku akan hidup selamanya

andai saja
aku tahu kamu akan pergi selamanya,
ke alam yg tak dapat kuraih,
alam yang tak dapat ku jejaki, selain hanya dengan kematian
andai saja aku tau
tak sedetikpun waktu akan aku lewatkan tanpamu saat itu

aku slalu menyayangimu 
penyair

rindu

aku rindu 

saat malam ini , kita memandangi keindahan semesta alam
di malam ini kau memegang jemariku, seakan tak ingin pernah melepaskanny

aku rindu
saat bagaimana kamu tersenyum dan tertawa bahagia di sampingku
bagaimana kamu duduk dan bercerita tentangmu , yang aku sendiri tak mengerti apa yang kamu katakan
namun setiap kalimat dari suaramu membuat aku selalu tenang

setiap detik terlewatkan dengan senyuman dan suaramu

aku slalu rindu kamu dan suaramu
tak sehari pun akan kulewatkan danpa mendoakanmu

waktu

bila manakah waktu saat ia hentikan nafasku
hentikan darahku , serta jasad fana ini dari kebahagiaan dunia

bila manakah saat waktu...
hentikan langkahku mengejar dunia
atau saat berlari menembus kabut , mencapai puncak ...

bila saatnya..
waktu hentikanku memberi kebahagiaan dan berbuat kebaikan

bila saatnya
waktu hentikanku melihat dia tersenyum
menantikan wajah bengis para malaikat yang akan mempertanyakan 
untuk apa waktumu kau habiskan di dunia ini

bila saatnya waktu
menutup kelopak mataku , membungkam bisu lidahku mengucapkan doa 
menhentikan jemariku menuliskan rasa bahagiaku saat bersama dia

menutup segala amal ibadah di dunia

bila saatnya waktu
mengatakan tlah kusia siakan dunia ini demi duniawi
melupakan waktu demi kefanaan 
melupakan waktu demi impian 

wahai sang waktu, 
berikan aku sedikit saja darimu untuk mengejar bekalku untuk bertemu sang pencipta
mencari cinta dari sang pencipta
mencari amal ikhlas sebagai bekal perjalananku di hari penghakimanku..

penyair

tipuan senyumanmu

benarkah langit berwarna biru , atau aku tertipu ?
benarkah gelap karna tiada cahaya? ataukah terang karna ketiadaan gelap ?
apakah benar bintang itu benda bercahaya ?ataukah itu sebuah planet yang di pancarkan cahaya?

apakah benar dengan semua yang kulakukan ini dapat membuatmu tersenyum untukku ?ataukah semua pengorbananku hanya dapat membuat kamu tersenyum karna telah terbantu

sungguh benar sebuah misteri yang kau sembunyikan di balik senyumanmu, hingga membuatku rela menjadi pesuruh hanya dengan bermodalkan senyumanmu

cinta adalah pengorbanan

cinta itu adalah pengorbanan
jiwa , raga , harta , harga diri
seperti sebuah syair dari khalil ghibran

jika cinta memanggilmu, kejarlah.
meski jalan yang akan kau tempuh terjal dan berliku
jika cinta datang , peluklah erat. meski pedang tersembunyi di balik sayapnya

siapkah kamu jatuh cinta? atau hanya sekedar rasa suka
mereka itu berbeda jauh.. 

penantian sebuah cinta

cinta adalah penantian
seperti perang melawan waktu 
bilamana hanya kematianku yg dapat menghentikan perasaan ini 

meskipun kau pergi dan jauh tak kembali
meski pun kau bersama kebahagiaanmu di sana dan melupakan aku
meski pun kau hilang tertanam di dalam tanah
tak sedikitpun perasaan ini kan terhenti
bahkan tak sesekalipun pernah berfikir untuk mengisi kekosongan hatiku selain dari namamu

seperti itulah cintaku , sebagaimana penantian matahari terbit dari barat
atau saat menunggu kehidupan kedua agar dapat bertemu denganmu lagi

Wednesday, October 23, 2013

masih di sini

masih di sini dengan segala kenangan indah bertekuk dalam penyesalan dengan sebuah pertanyaan "kenapa" kini kusandarkan rasa yang mati ini di pantai tempat dimana kita pernah meninjakkan kaki , berdua membangun cerita masa depan masih di sini dengan segala kerinduanku semua kemungkinan itu hilang apa yang aku cari lagi ? ku tutup sudah rasa ini dan ku benamkan dalam palung yang terkubur rapat , agar kamu menemukannya lagi ku hapus harapan itu oleh egoku ini lah aku dengan segala kekuranganku yang terlalu mencintaimu dengan segala keindahanmu aku terjebak dalam dimensi mimpi yang ku hayalkan saat ini