Tuesday, April 11, 2006

jiwaku

jiwa yang semula gusar bagai angin badai.. kini teduh dan tenang..
seolah olah ada keajaiban yang menghentikan badai yang tengah menghujam jiwa kecilku ini..
aku bagai pemuja dewa, bersimpuh bersama tembok bisu saat gelap malam membiarkanku terjaga seorang diri..
kini aku sendiri bersama dingin malam, sunyinya alam dan membiarkan jiwaku mencri tau akan arti keberadaanmu yang membuatku merasa lebih berarti saat mengenalmu..
dan kukabarkan di sini saat kuceritakan tentangmu pada bintang bintang temanku saatku terjaga seorang diri, mereka berkata padku untuk menjaga dirimu beserta senyummu.

1 comment:

  1. Hilang

    Menunduk melihat langit begitu hitam
    Merunduk mengingat sang malam mengajak terbang
    Siapa yang mesti pergi
    Siapa yang mesti kembali
    Siapa yang mesti menghilang
    Siapa yang mesti datang
    Dalam keheningan kita bisa sampai
    Dalam keriuhan kita dapat merapat
    Bukan lamunan
    Bukan khayalan
    Bukankah kita hanya debu?

    Cihideung Forest, 29 Juli 2006 00:14 wib

    ReplyDelete