Tuesday, May 25, 2010

jiwa yang hilang

udara segar, langit cerah dan mentari bersinar hangat di tanah yang subur, tempat tumbuh pepohonan dengan daunnya yang memancarkan sinar kehijauan
hawa sejuk yang menggelayut dan merasuk ke dalam tubuh membuat hidup terasa nikmat

namun semua itu tidak ada artinya dan tidak bisa kunikmati, karena jiwaku merasakan kesepian menyelimuti kehidupan
dan bumi yang terbentang luas ini seakan-akan lebih sempit dari rengkuhan tangan
seolah-olah kehidupan dunia terlah berubah menjadi suatu yang gaib , asing dan belum pernah kurasakan sebelumnya

aku berlarian kesana kemari, dari rumah ke kebun, seperti mencari sesuatu , walau sebenarnya tidak ada yang kucari selain dari jiwaku yang telah hilang

No comments:

Post a Comment