Berkala
Berkala
Berkala ………
Lurusan tangga setelah pijakan ke tiga
Berdiri berdiskusi
Seperti renta saat teruji
Bukankah terpuji,atau hinnaan bagi kami
Sang perentang terganggu urat syarafnya
Entah segumpal bahkan selautan
terdampar dengan aliran darah yang tak sehat lagi
terengah – terengah
lusuh dengan melodi – melodi yang tak pernah aku dengar
rentan terhalang
seperti gonggongan perkataan mereka
terkurung besar kira mereka
Bahwa “aku penguasa”.~ berkata wijaya ~
email :: redysuhardiwijaya@yahoo.com
email friendster: redysuhardiwijaya@yahoo.com
Tentang anda: berkata wijaya,..
No related posts.