Halaman 1 Dari 41234

Archive for the ‘chairil anwar’ Category

puisi khayalan

Wednesday, March 3, 2010 1:22 No Comments

mengawang antara yang ada
sepi kembali disini.
ingin aku berlari
mengejar angan yang terbang
membeli mimpi yang terjual
membunuh asa yang pecah
aku adalah aku.
bahagian dari arti hidupku
mimpi
cita
rasa
angan,
semuanya menyatu dengan nafas yang kaku.
bisu.
menderu……

This was posted under category: chairil anwar, puisi cinta

derai derai cemara- chairil anwar

Friday, October 16, 2009 21:39 No Comments

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
(1949)

This was posted under category: chairil anwar

yang terhempas dan terputus – chairil anwar

Friday, October 16, 2009 21:38 No Comments

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa [...]

This was posted under category: chairil anwar

malam di pegunungan – chairil anwar

Friday, October 16, 2009 21:37 No Comments

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
(1947)

This was posted under category: chairil anwar

cintaku jauh di pulau – chairil anwar

Friday, October 16, 2009 21:35 No Comments

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum [...]

This was posted under category: chairil anwar
Halaman 1 Dari 41234
Copyright@ penyair.com - penyair@gmail.com