rss search

next page next page close

puisi khayalan

puisi khayalan

mengawang antara yang ada
sepi kembali disini.
ingin aku berlari
mengejar angan yang terbang
membeli mimpi yang terjual
membunuh asa yang pecah
aku adalah aku.
bahagian dari arti hidupku
mimpi
cita
rasa
angan,
semuanya menyatu dengan nafas yang kaku.
bisu.
menderu……

next page next page close

derai derai cemara- chairil anwar

derai derai cemara- chairil anwar

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
(1949)

next page next page close

yang terhempas dan terputus – chairil anwar

yang terhempas dan terputus – chairil anwar

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
(1949)

next page next page close

malam di pegunungan – chairil anwar

malam di pegunungan – chairil anwar

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
(1947)

next page next page close

cintaku jauh di pulau – chairil anwar

cintaku jauh di pulau – chairil anwar

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
(1946)

next page next page close

SENJA DI PELABUHAN KECIL

SENJA DI PELABUHAN KECIL

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946

next page

puisi khayalan

mengawang antara yang ada sepi kembali disini. ingin aku berlari mengejar angan yang...
article post

derai derai cemara- chairil anwar

cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap...
article post

yang terhempas dan terputus – chairil anwar

kelam dan angin lalu mempesiang diriku, menggigir juga ruang di mana dia yang...
article post

malam di pegunungan – chairil anwar

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin, Jadi pucat rumah dan kaku...
article post

cintaku jauh di pulau – chairil anwar

Cintaku jauh di pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan...
article post

SENJA DI PELABUHAN KECIL

Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang...
article post