Sendiri
Gema takbir yang dulunya kebahagiaan bagi ku kini menjadi sebuah alunan indah namun menyayat hati
entah dimana ku kan tundukkan kepala ini saat hari kemenangan
akan kah ku kembali fitrah dengan senyum indah??
Tertahan tangis antara rindu kenangan lalu
terus tersenyum walau kaki terasa berat tuk melangkah
kehancuran ini lebih menyakitkan
tak ada lagi senyum bahagia yang mampu ku keluarkan
tak ada sinar ceria lagi dimta ini
Tuhan..
Tolong hilangkan sdih ini dalam gema keagunganMu
biarkan ku bahagia dlam sepi tanpa air mata
hingga arti kehidupan ini kan terkuak dengan sendirinya
LoveAlone
Kehidupanku
Mama…
Sedih Hatiku Melihatmu Menangis
Pedih dan Terluka Hadapi Pahit Hidupmu..
Papa…
Kejamnya Dirimu Tinggalkan Aku
Campakkan Aku di Atas Tajam Tumpukan Duri Kehidupan…
Mama…Papa
Seperti Inikah Kasih Sayang Untukku
Seperti Inikah Cinta yang Kalian Tunjukkan Untukku…
Mama…Papa
Ku rindukan Kehangatan Saat Kita Bersama…
Ku rindukan Keceriaan Saat Kita Gembira..
Mamaku Tercinta Papaku Sayang
Ku rindukan Kasih Sayang Kalian…
Ku rindukan Belaian Cinta Kalian…
—————
Rachmad Nur Rizqy
(puisi anakku tercinta)
(bigwishes@ymail.com)
the writer’s author.
GOD had written a story
in a book called “destiny”
all things and even not-a-things are listed
and won’t be missed
even Shakespeare could write the beautiful romeo n Juliet,
the story of Othello, Hamlet
or even he could made the beautifullest sonnet
GOD had written about all writer and poet
GOD is writer’s author
—————
http://www.facebook.com/note.php?note_id=63085026765
This post was submitted by Arif Furqan.
hidup, novela, dan drama.
hidup ini adalah sebuah novela
dengan TUHAN sebagai penulisnya
tak tau kapan tak tau mengapa
tak tau dimana ataupun siapa
hanya tuhan yang tau adanya
dunia ini teater drama
pengarang, produser dan sutradara
jauh dari kuasa kita
kita hanya sebuah karakter
semua adalah karakter
mengenai cerita..alur
dan akhir..tuhan yang mengatur
—————
This post was submitted by Arif Furqan.
Tak Ada Kabar Puisi
Tak ada kabar puisi hari ini
dari janji kawan-kawan media,
Tak ada kabar puisi hari ini
dari janji kawan-kawan seputar nusantara,
Tak ada kabar puisi hari ini
dari janji kawan-kawan serantau java,
Tak ada kabar puisi hari ini
dari janji kawan-kawan republik
Tak ada kabar puisi hari ini
dari janji kawan-kawan penentu mata angin,
Tak ada kabar puisi hari ini
dari janji kawan-kawan pejuang terbitlah timur,
Indonesia, 20 Agustus 2010
—————
M. Ridwan Madjaga, lahir di Makassar 28 Pebruari 1969, aktif pada Yayasan Darmanusa. Menyair sejak tahun 1985. Kota sekarang Makassar. Beralamat di jalan Abdul Kadir 33.
MARGA
tulis puisi anda di sini
SETENGAH ABAD KEHIDUPAN
MEMUKUL TANAH
MENGINJAK SAWAH
TERBENTANG LUAS
HIDUPKU SELALU BEGINI..
NAFASKU TERKADANG SESAK
JALANKU TERASA KAKU
NEGARAKU SELALU MISKIN
MELEBIHI DARI PENJAJAH BELANDA
ORANGKU SENDIRI YANG MENJAJAH
DULU YANG BERMATA SIPIT YANG MENJAJAH
MENGAMBIL UANGKU………
KINI TAMBUNAN, SIRAIT, GULTOM ……..YANG MENGAMBILNYA
AKANKAN NEGERI INI BERTAHAN
ATAU HANCUR KARENA KEBUTUHAN DUNIA
BENER MERIAH ACEH 01 APRIL 2010
KARYA TAZKIR S,Pd
085223269499
—————
tulis tentang diri anda di sini
