Archive for the ‘kehidupan’ Category
Jufri Zaituna
Mengapa Harus Mati
mengapa harus mati? bila kematian tak hadirkan kekekalan, bagi setiap bait-bait puisi yang kau pungut dari sepanjang perjalanan. melewati keburan-kuburan kenangan yang tak sempat di ziarahi kembali. antara kedatangan dan kepulangan agung. harapan hanya sebaras khayalan koso { Selengkapnya }
Pagi Waktu Sore
jangan sekali-kali kau tanyakan pagi sebab wajah bugar matahari tak pernah ku lihat sebab aku baru gosok mata dan belum gosok gigi gigiku masih malam, malamku selalu siang pantaskah aku mengucapkan selamat pagi? bila tak ada seorang pun yang mengajakku pulang dalam kamar, dinding pengusir tangisan k { Selengkapnya }
Pelukis Kenangan
Pelukis Kenangan
bayang-bayang gimbal seolah terbakar oleh udara aroma sedap masa lalu yang tercium busuk di kepalaku. masa lalu berdatangan seperti runcing hangat pesing merembes tikar pandan. saat pagi memanggil untuk cepat-cepat bermain rumah-rumahan dari sarung ayah yang lupa di cuci kema { Selengkapnya }
Ngalengsang
Ngalengsang
membuka jendela bagi gelap mata. terkuak cahaya, melesat di dada. puing-puing batu cadas, hanguslah jadi debu. getar firman seolah membelah kepala. menjadi persimpangan jalan, beralamatkan surga neraka. ah! pada siapa lagi mesti kupilih jalan ini. bila mereka menganggap diriku pen { Selengkapnya }
Tersenyumlah, tersenyum
Hidup adalah keindahan tersendiri
Ia memberimu luka agar kau belajar untuk bertahan,
Ia memberimu duka agar kau belajar untuk tegar,
Ia memberimu cinta agar kau belajar untuk berani dan berkorban pada saatnya.
Bila hidup memberimu luka, kau hanya perlu tersenyum,tanda kau mam { Selengkapnya }