Archive for the ‘puisi dan syair’ Category
Di kaki langit biru malam nan cerah,
kita duduk berdua berbincang tentang bulan merah
yang sedang tersenyum ramah.
Bintang – bintang cerah berseri,
menjadi saksi segala curahan hati
yang engkau ceritakan padaku malam ini.
Bersama merdunya nyanyian burung malam { Selengkapnya }
Hingga hari menjelang senja,
hujan pun belum juga reda.
Gemuruh petir dan semburat kilat beradu membelah angkasa.
Kulihat engkau tersenyum di balik jendela
dengan tatapan manis yang lembut menyentuh jiwa
mengisi relung hati nan hampa.
Engkau selalu menginspirasi { Selengkapnya }
Apa yang muncul di pikiran kita ketika mendengar kata cinta?
Bagaimanakah seharusnya kita mengungkapkan rasa cinta yang lama tersimpan di dalam dada?
Lewat sebait puisi? Lewat lagu? Lewat rayuan – rayuan gombal? Atau, lewat seikat karangan bunga?
Cinta tak mudah untuk diungkapka { Selengkapnya }
Biarkan aku menari
bersama indahnya pelangi.
Merasakan sejuknya embun pagi,
dan menyambut hangatnya mentari pagi.
Biarkan burung – burung terbang dan bernyanyi,
dan biarkan kupu – kupu menari
di antara bunga – bunga nan cerah berseri
yang tersenyum ri { Selengkapnya }
Jangan beritahu aku jadwal acara televisi malam ini,
aku bosan melihat dan mendengar semua lelucon politik yang hampir tiada berubah dari hari ke hari,
aku bosan melihat wajah – wajah menor yang dibalut dempul setebal tiga senti,
yang berani berbuat seenaknya di depan guru dan te { Selengkapnya }