Archive for the ‘puisi dan syair’ Category
kau berjalan menyusuri ruang waktu
sembari melantunkan Laffal ALLAH
untuk mendapatkan kebesaran-Nya..
jalanmu masih jauh dipadang gurun, tak ada sorak sorai disampingmu
hanya dirimu dan si penyabar berbulu yang kau anggap sebagai gerobak nafkahmu…
siang kau anggap { Selengkapnya }
air mata bumi menangis di pundak sang ibu,,,
pendapat orang berbeda-beda dengan titisan kaki nenek moyang alam,,,
batu-batu itu menebarkan bingkisan kesedihan pada tanah mentawai,,,,
selisih waktu menunjukan arah pukulan terjangan badai pasir bermuatan ombak 5jt ton mengarah kerama { Selengkapnya }
Semburat jingga menggantung di ujung mega
Redakan gelisah dalam suasana hati
Rebahkan aral tancapkan tujuan
Kujaga nafasmu tetap di nadiku
Hingga kausadari
artiku di sini….
Kusebut namamu dalam tanya,
Sanggupkah kau merasa?
Tentang beban { Selengkapnya }
TELAH KULUPAKAN
(Tentang dia yang pernah warnai hidupku)
Tlah kulupakan,
manis bayang-bayang wajahmu
Tlah kulupakan,
garis-garis halus keningmu
Tlah kulupakan,
jernih matamu yang siratkan asa
Tlah kulupakan,
merah bibirmu yang merona
{ Selengkapnya }gelombang cinta kini telah mengombang ambingkan jiwa ini
kucoba tuk mengikuti arah angin
terjebak batin ini pada sebuah peristiwa
kelam legam perasaan hati ini
runtuh sudah kerajann cinta yang telah kubangun
hilang ditelan badai ombak samudra ini
aku bingung,apa { Selengkapnya }