Archive for the ‘puisi dan syair’ Category
Tuhan cukup sopan menegurmu
Tuhan telah menegurmu cukup sopan, lewan tangan para gelandang jalanan.
Tuhan telah cukup bijak menegurmu, dengan taburan musibah dikediaman kita.
Namun, itu smua tidak lantas membuat hatimu tergugah.
Bahkan, kau terlihat mengacuhkannya.
Kemana hatimu?
Kemana nuranimu? { Selengkapnya }
Penantian
Mungkin jarak selalu memisahkan kita, waktupun tak jarang merenggut kebersamaan yg kita rajut dalam pertemuan singkat.
Namun, semua itu tak mungkin bisa menghapus cinta yg sudah terlanjur membiru bersama denyut nadiku.
Dan aq akan selalu mencintaimu, meski tanpa ruang dan waktu
ten { Selengkapnya }
Ternyata aku “JATUH CINTA”
Aku bingung…
Aku gundah…
Aku resah…
Aku gelisah…
Disaat aku tak lagi bisa menyaksikan hadirmu.
Aku bingung…
Aku gundah…
Aku resah…
Aku gelisah…
Dikala tak bisa menikmati eloknya wajahmu.
Aku { Selengkapnya }
ijinkan aku mencintaimu
Meski kau tak pernah tahu..
Aku takkan memintamu untuk membalas cintaku..
aku juga takkan memintamu untuk mencintaiku juga..
Namun aku hanya berharap kau mengijinkank { Selengkapnya }
Mendung
mendung mengejek,…
tentang selembar perih
merintih kecil
tentang dia
yg aku harus
lupakan.
Tambak,27/1/2012 { Selengkapnya }