rss search

next page next page close

malam..

malam..

malam..
dia menjejakkan wajahnya lekat-lekat di langit..
malam..
sesekali bintang kelap kelip mengedip ke aku
ke aku, ke arah bumi merah pekat..
pekat dengan darah-darahnya sendiri
tahukah malam?
bahwa pagi baru saja menangis,
menghujani bumi dengan air mata kristalnya
malam bingung dengan ucapanku,,
ucapanku..
bah..penyair gila, katanya

————–
penyair gila

http://senjanila.wordpress.com

next page next page close

CITAMBUR* BERDEBUR

CITAMBUR* BERDEBUR

Inilah pertapaan sejarah yang abadi
Untuk bebatuan hitam
untuk dinding bukit yang tawakal
Pada hamburan mineral
Embun selalu saja berserekan
menguasai ladang dan pesawahan
dedaunan tumbuh rimbun
mekar dan melebar
sesekali kau curi musim hujan
menggantikannya dengan kesejukan

Citambur berdebur mesra
Menjatuhkan sayap kerinduan
Menerbangkan sayup berseliweran
Pada dusun-dusun Pagelaran

Curug tegak, tinggi menjulang
Seperti belahan deras air mata
jatuh dari kaki langit
lalu kulihat reruntuhan cahaya datang menyerupai pelangi
mengedipkan warna-warni
begitu genitnya

Citambur masih berdebur
angin telah membawanya pada metamorfosis cuaca
teramat dingin dan menguap
pada rakaat waktu sehari semalam
betapa padat air berjatuhan
betapa kedap tanah yang terperangkap

*Curug ini sangat indah karena merupakan air terjun +/- 40 meter, air yang turun sebagian menjadi uap dan embun sehingga lokasi sekitar curug menjadi sejuk. Terletak di Kecamatan Pagelaran. Jarak dari kota Cianjur 65 Km

Ihsan Subhan lahir di Cianjur 02 Desember 1987. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Suryakancana Kab. Cianjur Jawa Barat. Aktivitas lainnya sebagai Guru Sekolah Dasar Negeri di Cianjur. Puisi-puisinya dibukukan dalam Antologi 9 Sastra Senja Penyair Cianjur “Selalu Ada Rindu” Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2006, “Pada yang Kuciptakan Untuk Seorang Perempuan” dimuat dalam buku Antologi Pohon Kopi I, Kopi Sastra Bogor. Puisi “Gem-padang Sumatra” dimuat dalam Antologi Puisi Pohon Kopi II, Kopi Sastra Bogor. Antologi puisi ibu “Dzikir Ilalang Pada Tengah Malam” tahun 2010 CELTICS Press Bandung. “Setiap Menjelang Senja Mataku Tak Memandang Warna-warni Lagi Tapi…” keluar sebagai penulis kisah nyata terbaik tahun 2006, Penerbit buku Qultum Media, Jakarta. “Riwayat warna” masuk dalam kumpulan puisi penyair Jawa Barat. Beberapa puisinya dapat ditemukan di media online atau sastra syber. Pernah aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) Kab. Cianjur. Aktif di Sanggar Sastra Remaja Indonesia (SSRI) Kab. Cianjur, Forum Sastra Cianjur (FSC), Komunitas Sastra Cianjur (KSC) dan menggiati Komite Sastra Dewan Kesenian Cianjur (DKC) sebagai pengurus.

Alamat : Jalan Limbangan Sari No. 04
Rt.02 Rw.14 Kp.Babakan Tipar, Desa Limbangan Sari Cianjur 43251 Jawa Barat
Mobile Phone : +6287820221900
E-mail : ihsansubhan@live.com
blog : http://ihsansdawai.blogspot.com

next page next page close

MATAHARIKU

MATAHARIKU

tulis puisi anda di sini

PANCARAN CAHAYAMU
MENEMBUS PLANET BUMI
PANAS YANG KAU BERI…
MEMEBAWA ENERGI
TANPAMU MENTARIKU…
BUMI PUCAT PASI
TIADA KEHIDUPAN
TIADA SINAR CAHAYA
TIADA SUMBER DAYA
DAN TIADA KEKAYAAN ALAM
SUNYI… SENYAP … DINGIN
YANG TAK KUAT TUK MENAHANNYA
TETAPLAH BERSINAR
MATAHARIKU
DAN BERIKAN KEHANGATAN
DIBUMI INI

—————
tulis tentang diri anda di sini

next page next page close

Biarkan aku

Biarkan aku

Biarkanlah sejenak aku tafakur
tentang kilauan embun di daun nan hijau
hanya sebentar untuk ku tuliskan
segaris syair yang terlwatkan…
untuk memutar kembali peristiwa lalu
yang tak sempat tergores pena…

ingin lantang aku teriakan sejumput maki
lalu ku lontarkan kepada mega berarak melambat

kepada gunung ingin ku bercerita
tentang makin menawannya hingar kota
langkah juga tak tercipta untuk
segera merangkulmu…
secarik kertas berisi puisi ku baca
seketika wajahmu terbayang hening…

ingin ku jelaskan semua pada ranting
pinus-pinur berjajar…
bergesekan, untuk kemudian menggugurkan diri…

Jakarta, Januari 2010

next page next page close

JANDA LAUT DAN GUNUNG

JANDA LAUT DAN GUNUNG

aku sudah berpisah
dengan gunung
oleh sebuah patok bertulis
“area pribadi bukan untuk umum”

aku sudah bercerai dengan laut
oleh sebuah kertas bertuliskan
“tiket masuk”

tapi aku…
tak akan pernah bisa berpisah
aku tak akan pernah …
bercerai dengan LANGIT
sebelum ada orang
yang serakah dan mengeram…!
menguasai dengan lantang…
“INI LANGITKU..!”
“DAN ITU LANGITMU…”

next page next page close

Hutanku Hilang

Hutanku Hilang

IDulu engkau begitu perkasa….
Begitu indah….mempesona…….mengagumkan
Begitu banyak yang telah kau berikan untuk kami
Tapi….kami tak pernah puas dengan apa yang telah kau beri…..kami s’lalu meminta lebih.
Keanggunanmu sirna dilahap tangan-tangan rakus kami
Semakin hari semakin engkau layu…
Namun kami tak peduli………..kami hanya mementingkan diri dan nafsu kami.
Tangisanmu tak kami gubris…tak kami dengar…apalagi untuk memahamimu itu jauh sekali……
Kini kami sadar betapa berharganya Engkau…..
Tampamu kami bukanlah apa – apa….
Hanya maaf yang bisa terucap dari bibir kami….meski itu tak bisa mengembalikan kejayaanmu seperti dulu lagi……

next page

malam..

malam.. dia menjejakkan wajahnya lekat-lekat di langit.. malam.. sesekali bintang kelap...
article post

CITAMBUR* BERDEBUR

Inilah pertapaan sejarah yang abadi Untuk bebatuan hitam untuk dinding bukit yang...
article post

MATAHARIKU

tulis puisi anda di sini PANCARAN CAHAYAMU MENEMBUS PLANET BUMI PANAS YANG KAU...
article post

Biarkan aku

Biarkanlah sejenak aku tafakur tentang kilauan embun di daun nan hijau hanya sebentar...
article post

JANDA LAUT DAN GUNUNG

aku sudah berpisah dengan gunung oleh sebuah patok bertulis “area pribadi bukan...
article post

Hutanku Hilang

IDulu engkau begitu perkasa…. Begitu...
article post