Archive for the ‘puisi dendam’ Category
Bila harus berlari, takkan ada gunanya jika Ia trus mengkuti… Sperti byangn hitam menatap keburukn diri pada cermin,akan trs ada di setiap pijakan…
Kelamnya yang dulu tanpa sngaja tercipta,hingga kini setiap Tirani menutup Gerbangnya…
Sulit kembali menambal kulit-kulit { Selengkapnya }
Aku…
mengusung tombak berujung dendam
saat ku lelah menikam langit malam
tergurat jejak langkah diatas kolam
aku ter lelap di rimbun rerumputan
merebah meniduri mimpi masa silam
di sertai malam berpayung rembulan
bintang membisu hiasi langit malam
{ Selengkapnya }
Aku sudah tak ingin lagi peduli padamu
Sudah tak ingin…
Kekecewaan ini tlah menumpuk
Menjadi amarah yang tak bisa aku luapkan
Aku kan diam
Diam dalam dendam
mengutukmu sepanjang malam
Bersama kelamnya mimpi yang tlah kau injak injak
Tak akan ad { Selengkapnya }
dengan berat hati aku pergi meninggalkanmu,
kubawa hatiku yg tinggal separuh
dan bergegas hilang dari hadapanmu…
aku tak kuat lagi,
luka ini terlalu perih,
untuk itu aku pergi meninggalkanmu…
bukan,
sungguh bukan inginku,
semua terjadi be { Selengkapnya }
demi Tuhan sakit ini sangat sakit
ketika tergambar jelas yang nyata itu
omonganmu semu wahai perayu
telingaku sudah bersih dari kotoran-kotoran rayuanmu
mataku sudah tak tertutup dengan wajah naifmu
hatiku sudah mati akan cinta untukmu
tetapi semuanya belum berak { Selengkapnya }