Archive for the ‘puisi rindu’ Category
oleh: Ovay Simangunsong IV
Malamku yang murung
Tanpa terjulur lidah peri sunyi
Tak ada kata khiasan yang menenangkan
degup gundah gulana
Malamku yang murung
Dengan gemuruh ombak rindu
Desah topan rindu
Rindu. . .
Rindu . . .
Rindu { Selengkapnya }
Malam takkan pernah mengerti, bagaimana sibuknya pikiranku.
Hanya untuk sekedar mengingat wajah indahmu.
Siang bahkan tidak mau tau, seberapa sekaratnya hati ini.
Dikala merasakan kerinduan akan hadirmu.
Cintaku hanya bagaikan ilusi,
Cinta yang tak bertepi.
Namu { Selengkapnya }
aku yg terdiam pandangi alam
menanti akan kau hadir
jiwa yg haus belaian
aku telah jenuh memanti
dalam sendiri berdoa berharap
kau dihadapanku basuh rindu
aku sendiri mengingatmu
tangisan ini tak kan hapus rasa
ku menatap waktu
{ Selengkapnya }senyum itu masih meninggalkan jejak2x
sampai hari ini pun masih terlihat tapak2xnya
di sebuah pagi yg melenakan
depan poliklinik
mengusik malam dengan
cerita 2x galau dan gelisah
sebuah rasa tentang hati dan rindunya
yang tak pernah mau mati
lagi2x { Selengkapnya }
Kasih…
tatapan matamu yang tajam berarti penuh makna
menghujamku,menusukku hingga relung jiwaku
hatiku bergetar kala melihat tatapanmu
kasih…
keabadian cintamu
pelukmu dan dekapanmu
memberikan arti hidupmu di dalam hidupku
Kasih…
{ Selengkapnya }