Archive for the ‘puisi sedih’ Category

sang renta

Sang Renta
Senyum sang renta menyapaku saat senja
Berbagai asa ia ungkapkan dengan penuh cinta
Hari demi hari ia pertanyakan hal yang sama
Demi menunggu sang waktu yang kan tiba

Sungguh ironis ketika mereka bersuka ria
Melupakannya tanpa sepatah kata
Hanya { Selengkapnya }

Rela

Menatap redup rembulan malam.
Termenung menunggu jawab hembusan angin yang berlalu.
Katakanlah dengan jujur.
benarkah aku merebut dia dari kekasihnya.
Mengapa aku yang begitu mencintainya seolah tiada arti dimatanya.
Mengapa tutur sapa begitu lembut untuknya.
Meng { Selengkapnya }

Ratapan Dalam Duka

Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak saya mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia

Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Mela { Selengkapnya }

tentang keputusan

duduk termenung ku seorang diri,

tak tau apa yg haruz ku fikirkan,

semua tlah mnjadi abu2 tnpa restu,,

bimbang dlm kegalauan hati,

tanpa tersadari telah mati,

asa,harapan n mimpi telah pergi,,

haruzkah aq berlari tinggalkan semua ini…?

meninggal { Selengkapnya }

Galau

Langkah-langkahmu gontai
Meningkahi geram-geram ingatanmu
Kala tercabik realita hampa

Goyah kautegak sendiri
Disapu angin kemarau itu
Mengapa? Kautak bersuara?
Biar ku lahap semua sampah kegalauanmu
Dan aku bermandikan air matamu biar kering jua

Lang { Selengkapnya }

Chatting
Komentar terbaru
Statistik
Archives