Archive for the ‘puisi sedih’ Category
Risalah Perjalanan
Risalah Perjalanan
kudatangi sendiri di hujan yang terus mengguyur. pada setiap tepian mendalam di ceruk-ceruk petobatan. aku terus mencari jejak langgah yang kering di bukit-bukit, lembah-lembah, juga sawah-sawah membentang pasrah. ketika rembulan tiada hentinya menyiram cahanya ke arah tuju { Selengkapnya }
Untitled
Egoiskah aku..
Jika aku menginginkan keduanya..?
Egoiskah aku..
Jika aku menginginkan keduanya berjalan beriringan..?
Egoiskah aku..
Jika aku mengharapkan keduanya selalu ada di sampingku..?
Yahh..
Aku hanya manusia biasa,
Yang tidak mungkin bi { Selengkapnya }
airmata
menetes di atas bukit kesedihan
mengecup bulan kepiluan
merangkul bintang kepedihan { Selengkapnya }
Perih
saat perih tergores tanpa luka
saat perih merobek tanpa cacat
sakit
sakit
sakit yang teramat paling sakit
lebih sakit dari hati yg tersayat { Selengkapnya }
Kosong
Sahabat, bagaimana kabarmu hari ini? Apakah harimu secerah mentari pagi tadi?
Atau sedang dirundung duka sepekat kabut sore ini?
Kau tak mendengarku? Seperti ada tulisan “aku sedang sedih, jangan ganggu aku” di kening lebarmu itu. Tatapan kosong, dengan wajah datar tak berekspresi. { Selengkapnya }