Archive for the ‘puisi sedih’ Category
‘# semuah pupus sudah#’
menitih hari merajut sepi seorang diri
hari” ku lalui tanpa ada cinta dan kasih sayang
cinta yg pernah bersemi di hati layu berlalu meninggal kan luka yg dalam
kasih sayang yg pernah ku rajut bersama terkoyak sudah berkeping ada nya
begitu pun harapan yg ada di dep { Selengkapnya }
AYAH
masih ku dengar suara mu memanggil ku
walau raga mu telah jauh menghilang
namun kasih sayang mu masih hangat ku rasakan
ayah begitu singkat waktu yang ku miliki dengan mu
hingga kini kau pergi tinggal kan aku dalam kepiluan
ayah kini aku tak tau lagi di mana engkau haru { Selengkapnya }
air mata yang berharga
kian hari kini berganti
tak ada kata yang bisa terucap
berlinang air mata yang tak berdosa
meninggalkan hati yang terluka
kesepian yang terjadi
tanpa ada yang bersalah
pergi begitu saja
tanpa sadar mereka sudah tiada
pergi entah kemana
arah mana { Selengkapnya }
Cahaya
Ku Lihat Cahaya
Cahaya cantik yang telah bersama
Tak tahu mengapa aku jatuh hati padanya
Berharap akan sinarnya
Tetapi, sebuah kemustahilan
Karena cahay telah bersama
Cahay telah menyinarinya
Ku memandangmu dari sini
Memandang keindahan
Merasak { Selengkapnya }
dukaku dukamu
dukaku,dukamu……
karya haris syukra pratama
dukamu
titik tangis mengelu-elu
parau suara mengadu-adu
gelisah badan terkaku-kaku
ialah dukaku…
dukamu…
bencana datang tiada seru
sanak saudara tiada temu
harta benda tia { Selengkapnya }