fasilitas kirim puisi
kini , fasilitas kirim puisi sudah dapat digunakan, silahkan anda klik menu KIRIM PUISI di atas
No related posts.
4 Responses to “fasilitas kirim puisi”
Leave a Reply
Chatting
Komentar terbaru
- sri sunaryati on DAUN2 SYAIR
- arif gobang on Puisiku
- ivan on M’fkan aku
- Techn on Tajam huruf mu
- Techn on Kini, kucintaimu
- Ramadhan al fatih on Aku&Mencintaimu
- Indra Fathurachman on Aku&Mencintaimu
- Aulia Watie R.Mustafa on Menderu, menderas
- Aulia Watie R.Mustafa on DENDAM-ku
- Aulia Watie R.Mustafa on Catatan Hitam
Archives
- February 2012 (33)
- January 2012 (48)
- December 2011 (42)
- November 2011 (111)
- October 2011 (69)
- September 2011 (63)
- August 2011 (89)
- July 2011 (62)
- June 2011 (141)
- May 2011 (123)
- April 2011 (82)
- March 2011 (206)
- February 2011 (174)
- January 2011 (223)
- December 2010 (292)
- November 2010 (278)
- October 2010 (77)
- September 2010 (85)
- August 2010 (153)
- July 2010 (130)
- June 2010 (153)
- May 2010 (185)
- April 2010 (156)
- March 2010 (195)
- February 2010 (163)
- January 2010 (147)
- November 2009 (142)
- October 2009 (193)
- September 2009 (164)
- August 2009 (263)
- July 2009 (74)
- May 2009 (2)
- April 2009 (18)
- March 2009 (57)
- February 2009 (227)
- January 2009 (175)
- December 2008 (152)
- November 2008 (232)
- October 2008 (197)
- September 2008 (1)
- August 2007 (219)
Help us
Kategori
- Biografi / biodata penyair (94)
- cemburu (29)
- chairil anwar (20)
- english poems (30)
- harapan (54)
- info (15)
- jalalludin rumi (7)
- jatuh cinta (21)
- karya penyair (59)
- kehidupan (329)
- khalil gibran /kahlil gibran (50)
- kisah cinta (66)
- kisah islami (7)
- kisah/cerita (24)
- lainnya (73)
- ode/ kekaguman (29)
- penyair_kesepian (304)
- puisi alam (64)
- puisi celoteh (32)
- puisi cinta (3331)
- puisi dan syair (124)
- puisi dendam (9)
- puisi islami (14)
- puisi jatuh cinta (12)
- puisi kecewa (40)
- puisi kehidupan (65)
- puisi kehilangan (34)
- puisi kenangan (135)
- puisi kesetiaan (12)
- puisi khayalan (65)
- puisi kritik (26)
- puisi motivasi (11)
- puisi patah hati (38)
- puisi penantian (19)
- puisi pendek (24)
- puisi pernikahan (7)
- puisi putus asa (8)
- puisi religius (95)
- puisi rindu (162)
- puisi romantis (13)
- puisi sedih (327)
- puisi singkat (8)
- puisi untuk ayah (8)
- puisi untuk ibu (62)
- puisi untuk sahabat (77)
- puisi untuk tuhan (34)
- sahabat (61)
- sajak (64)
- ulang tahun (9)
- untuk bangsa (46)
- untuk kekasih (156)
Menu kirim puizi
Jadi inikah diri Razi Razi Muhara. Z..
Yang selama ini Razi Muhara. Z sembunyikan dari Rika Idmayanti..
Bukannya ada cinta lain..
Bukan juga ada wanita lain..
Melainkan sebuah rahasia yang mengerikan
Rika Idmayanti begitu takut akan kehilangan Razi Muhara. Z
Sehingga membuat Razi Muhara. Z tak sanggup bicara dan terbuka..
Akhirnya tersingkap juga..
Tirai kebisuan Razi Muhara. Z menjaga rahasia
Lihat Rika Idmayanti tak pergi..
Rika Idmayanti tetap di sini..
Rasakan.. Rika Idmayanti tak benci..
Rika Idmayanti tetap mencintai Razi Muhara. Z
Tak berubah sedikit pun..
Rika Idmayanti akan selalu mencintai Razi Muhara. Z..
Rika Idmayanti tak peduli..
Apapun diri Razi Muhara. Z
Siapapun diri Razi Muhara. Z..
Rika Idmayanti mencintai Razi Muhara. Z.. dan akan selalu bersama Razi Muhara. Z
Jangan pernah lagi resah
Rika Idmayanti tak kan ke mana-mana..
Rika Idmayanti mencintai Razi Muhara. Z bukan karena terikat janji dan sumpah..
Rika Idmayanti mengerti Razi Muhara. Z ini..
Rika Idmayanti bisa menerimanya..
Rika Idmayanti bisa merasakan ketakutanmu, Razi Muhara. Z akan kehilangan Rika Idmayanti
Rika Idmayanti pun merasakannya..
Rika Idmayanti takut kehilangan Razi Muhara. Z
Tak peduli apa yang orang katakan
Rika Idmayanti akan selalu mencintai Razi Muhara. Z..
Karya: Rika Idmayanti ST, M.Kom
Dosen Politeknik Negeri Padang & Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Sumatera Barat
Rika Idmayanti di sini selalu berharap..
Berharap biduk di sana selalu berlabuh..
Di tepian pantai hatiRika Idmayanti yang bening..
Disinari sang surya yang memerah…
Dengan ombaknya sayup-sayup bertiarap..
Sebagaimana dedaunan pergi bersama aliran..
Rika Idmayanti harap hati Razi Muhara. Z tak berlari dari peraduan..
Karena siapa lagi harta Rika Idmayanti yang berharga..
Selain engkau sang kencana di dalam jiwa..
Yang mewarnai dan mengisi hati yang kosong.
Sayang dan rasa adalah milikRika Idmayanti seorang…
Rika Idmayantipersembahkan bagi Razi Muhara. Z saja..
Selayaknya sang ratu, istana Rika Idmayanti adalah istana Razi Muhara. Z.
Razi Muhara. Z lah menemani siang dan malam hidup Rika Idmayanti…
Dan tiada arti dunia jiwa hadir Razi Muhara. Z pun tiada…
Seharapnya pada Razi Muhara. Z seorang kekasih..
Janganlah tinggalkan Rika Idmayanti di sini, sayang…
Rika Idmayantibutuh belaian dan kasih sayang dari Razi Muhara. Z…
Karna tabuh genderang cinta bergelora bagi Razi Muhara. Z..
Dan bila kau pergi, meranalah hati ini..
Karya: Rika Idmayanti ST, M.Kom
Dosen Politeknik Negeri Padang & Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Sumatera Barat
Rika Idmayanti menanti jiwa Rika Idmayanti terisih
hati Rika Idmayanti menangis hari Rika Idmayanti berganti
seiring Razi Muhara. Z berlari dan
tinggalkan Rika Idmayanti sejenak
Telah Razi Muhara. Z dengar semua tentang Rika Idmayanti
semua kisah Rika Idmayanti
hingga harus Razi Muhara. Z katakan
Razi Muhara. Z tak berarti lagi
Rika Idmayanti takkan sanggup mendengar….
Jangan tinggalkan Rika Idmayanti
jangan pergi dari Rika Idmayanti
maafkanlah diriRika Idmayanti bila Razi Muhara. Z pergi
Rika Idmayanti takkan mampu bertahan
jangan lepaskan Rika Idmayanti tetaplah didekat Rika Idmayanti selamanya
maafkanlah diri Rika Idmayanti bila Razi Muhara. Z pergi
Rika Idmayanti takkan sanggup mendengar
Kembalilah ke Padang, Razi Muhara. Z
Karya: Rika Idmayanti ST, M.Kom
Dosen Politeknik Negeri Padang & Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Sumatera Barat