sebuah pengakuan
untukmu,yang slalu tersenyum meski langit sendu kelabu
kepadamu,berjuta keluh tlah kudendangkan sepanjang langkah
tlah kauberikan cinta sepanjang abad,meski seringkali luka dariku tak terbebat
kau yang menuntunku,memandang langit biru,mengenalkan kerasnya batu
meniupkan cinta diawal fajar,hingga lullaby dibatas hari
dan tika cinta menyapa saat remajaku,kau hanya tersenyum membiru
karna kau tahu kau takkan lagi nomor satu
mama,maafkan kelinci kecilmu
saat jalanku tak lagi sama dengan [...]