Bangkitlah
Aku mencintaimu dari kesedihan yg menderamu.
Menyayangimu dari kemalangan yg kau tangisi.
Bangkitlah!
Bangunlah dari mimpi burukmu, tak perlu kau meratapi sepi.
Cintailah dirimu seutuhnya, tundukkan hatimu dalam keramaian.
Tapi ap yg akan kau lakukan? ketika cinta yg { Selengkapnya }
Ayah
Ayah
Ayah…..
Di mulaynya terbit matahari
Dan sampai terbenamnya matahari
Engkaw tetap berusaha bekerja
Demi sesuap nasi..
nama penulis: Devi Agustina
Alamat facebook: Agustina.devi79@yahoo.co.id { Selengkapnya }
Puisiku
Puisiku menangis di pagi buta. Terkapar kaku, Lesu, Bisu.
Puisiku menari di malam sepi. Melentik lembut, Bebas, Lepas.
Kata-katanya hilang,tenggelam di lautan lepas. Tanpa desir,Tak jua deru.
Kalimat-kalimatnya melambung, Membumbung di angkasa luas, Indah, Megah.
Puis { Selengkapnya }
SESAAT
kebisuan melanda begitu angkuh
sesaat aku menyadari
tetap diam memaki
sedang kini menggores maaf
dalam dingin sendiri
ketika aku melukai kenangan
sesaat yg lalu
saat kau disini
namun kini terhempas menyepi
aku sendiri dalam bisu
mengelu { Selengkapnya }
M’fkan aku
Ketika ego merasuk dalam kalbu, hingga aku tak sadar akan dirimu.
Kau bagai bayang derita, yg harus segera ku sirnakan.
Tapi, aku salah. Karena ternyata, dirimulah cinta.
M’fkan segala laku yg kau rasa, yg karenanya kau harus terluka.
Bukan tak ada cinta dalam dada, na { Selengkapnya }