perjumpaan ini
tulis puisi anda di sini
seribu tanya hinggap didada, ketika ku lihat sifat dingin itu
hanya rasa bahagia yang ada
ketika ku lihat kamu
aku terdiam, seribu bahasa, trpaku
bibir ini tak mampu berucap
berapa lama ku inginkan perjumpaan ini? kini terkabul sudah
namun, apa? apa yang ku alami?
kecewa, … karena rasa ku tak terbalas
tuhan… aku ingin berteriak, menjerit
mengadu padaMu, berdoa pada-Mu
sakit Tuhan, hati ku luluh lantah
tak ku sangka ini adalah awal perjumpaan itu
namun rasanya kerinduan yang telah lama berkobar, padamlah sudah…
Tuhan,,, aku sungguh ingin bahagia
tapi kapan??? apa hanya ada tangis?
aku tidak ingin meratap
hanya ingin melupakannya, tapi mengapa begitu berat?
sudahlah,,, aku tidak ingin berfikir
tentangnya lagi, karena kecewa ini besar…
karena kesadaranku besar pula
aku tak pantas baginya…
—————
tulis tentang diri anda di sini
by: fera komalasari
FB:Rara ifa@yahoo.co.id
or ferakomala@yahoo.co.id
kau
kau
kau bagian dari hidupku
kau pernah ada
dan kau segalanya
kini kau pergi
pergi dariku
pergi dari hidupku
pergi tuk selamanya
hati hancur tak tersisa
bagai api yang padam
bagai duri yang menusuk hati
bagai permukaan tanpa daratan semesta
—————
tulis tentang diri anda di sini
TUHAN
tulis puisi anda di sini
TUHAN..KUSUJUD HANYA PADAMU
TUHAN..KUPINTA HANYA PADAMU
TUHAN..HAPUSKAN SEGALA DOSAKU
HANYA PADAMU KUMENYERAHKAN DIRI
HANYA PADAMU AKU MEMUJI
MAAFKAN SEGALA APA YANG PERNAH AKU PERBUAT
AMPUNILAH AKU YANG HINA INI
TUHAN…KUPINTA HANYA PADAMU
TUHAN..KUSUJUD HANYA PADAMU
TUHAN..HAPUSKAN SEGALA DOSAKU
16 agustus 2010
TAZKIR,SPd GURU SMA NEGERI 1 BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH ( NAD )
HP.085223269499
—————
tulis tentang diri anda di sini
MARGA
tulis puisi anda di sini
SETENGAH ABAD KEHIDUPAN
MEMUKUL TANAH
MENGINJAK SAWAH
TERBENTANG LUAS
HIDUPKU SELALU BEGINI..
NAFASKU TERKADANG SESAK
JALANKU TERASA KAKU
NEGARAKU SELALU MISKIN
MELEBIHI DARI PENJAJAH BELANDA
ORANGKU SENDIRI YANG MENJAJAH
DULU YANG BERMATA SIPIT YANG MENJAJAH
MENGAMBIL UANGKU………
KINI TAMBUNAN, SIRAIT, GULTOM ……..YANG MENGAMBILNYA
AKANKAN NEGERI INI BERTAHAN
ATAU HANCUR KARENA KEBUTUHAN DUNIA
BENER MERIAH ACEH 01 APRIL 2010
KARYA TAZKIR S,Pd
085223269499
—————
tulis tentang diri anda di sini
Pantai
Pasir coklat begitu indah dipandang mata
Desiran ombak begitu bergelora
Lautan nan bening dan bersih rupanya
Nyiur kelapa bertiup kesana-kemari
Angin sepoi-sepoi hiasi suasana
Kepiting kecil,mondar-mandir hiasi disana
Sinar mentari menyengat dengan hangatnya
Yoel,05-04-2010
—————
This post was submitted by yoel hip.
Polisi
Makanlah,senjata ini gembul
merampok dan merampok secara halus
ialah makananmu.
Hingga telanjanglah kami di jalanan.
Merampok dengan taurat-tauratmu
tauratmu yang penuh tilang – menilang.
Hancurkan ruko-ruko dengan tangan besi nan dictator.
Kau bungkam hanya dengan karena kertas rupiah.
Tipu dan menipu ,tlah jadi mandate dari rajamu.
Alasan dan alas an ialah kunci emas
kunci keberhasilan tuk rajam kami
Lebih baik kau makan saja terpedomu,
supaya lebih diam harimaumu
yang penuh bisa beracun.
Lebih baik jadi Polisi surga
yang slalu jaga Negara
dimana kami bisa lihat cinta
dan kejujuran nyata.
Yoel,05-04,2010
—————
This post was submitted by yoel hip.
Setan Uang
Hijau,hijau,hijau
Hijaunya segarkan mata
Dengan aura yang timbbulkan kekayaan
Kerajaan penuh penyamun
Tikus Negara habisi si hijau
Kering,kerontang,diri kami kelak
Lintah hijau sedot emas kami
Janji – janji hanya bualan sumbang
Penuh,senyum kematian kami
Uang kami dibangun untuk jalan
Uang kami tuk pendidikan kami
Uang kami tuk kekayaan kami
Tapi,
Setan terus menghancurkan kami
Jelata menderita ,karna mu
Kami dibohongi oleh si dajal
Sadar-sadarlah
Sadarlah kau jahanam
Sadarlah kamu hai syetan
Sadarlah kamu hai tikus Negara
Berikanlah hak kami
Supaya senyuman bisa terpancar
Hilangnya tangisan dan keringnya tulang
Dengarkanlah balada kami
Yoel
—————
This post was submitted by yoel hip.
Tak Guna
Hidupku di dalam kubangan
Tak berarti bagai kotoran
Terlahir dengan cemoohan
Cahaya hilang ditelan malam
Diinjak-injak kepala
Dengan penuh dukalara
Tertawa dengan duka
Tanpa hrapan dan suka
Hidup dengan usang
Mati dengan senang
Menyanyi kedukaan
Dalam lubuk hati nan gundah
Tak dilihat bagai serangga
Dibunang karma tak guna
Caci maki membara jiwa
Tangisan darah tutupi muka
Yoel,21-10-09
—————
Yoel,21-10-09
This post was submitted by yoel hip.
