<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: puisi cinta</title>
	<atom:link href="http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/</link>
	<description>puisi cinta &#124; syair &#124; kisah cinta &#124; penyair &#124; puisi pernikahan &#124; puisi ulang tahun</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 10:58:48 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Sukadi Brotoadmojo</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-7542</link>
		<dc:creator>Sukadi Brotoadmojo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 17:04:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-7542</guid>
		<description>cinta itu tak datang dan cinta itu tidak pergi, cinta lekat dalam detik dan tiap jengkal akal pemikiran kita...
puisinya bagus, semangat dan terus berkarya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cinta itu tak datang dan cinta itu tidak pergi, cinta lekat dalam detik dan tiap jengkal akal pemikiran kita&#8230;<br />
puisinya bagus, semangat dan terus berkarya :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afiedz</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-7534</link>
		<dc:creator>afiedz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 12:57:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-7534</guid>
		<description>meskipun mentari tau mengapa melati tersenyum indah, mentari akan selalu tersenyum untuk semua penghuni bumi, dia menebarkan cintanya kepada seluruh alam meskipun sebagian menghujatnya...
mentari menebarkan senyum kehidupan termasuk untuk si melati, tanpa senyumnya melati akan mati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meskipun mentari tau mengapa melati tersenyum indah, mentari akan selalu tersenyum untuk semua penghuni bumi, dia menebarkan cintanya kepada seluruh alam meskipun sebagian menghujatnya&#8230;<br />
mentari menebarkan senyum kehidupan termasuk untuk si melati, tanpa senyumnya melati akan mati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afiedz</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-7533</link>
		<dc:creator>afiedz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 12:53:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-7533</guid>
		<description>meskipun mentari ta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meskipun mentari ta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dedek julianti</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-7509</link>
		<dc:creator>Dedek julianti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 04:04:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-7509</guid>
		<description>Tanpa takdir 
seorang manusia
Pada dasarnya hanya 
Bisa menghancurkan satu sama lain  
Dan tak pernah merasa puas 
selalu haus dan haus
manusia hanya bisa menangis 
jika ia merasakan sakit 
dalam hidupnya 
andai saja manusia
 dilahirkan tanpa takdir
dan tanpa perasaan...
maka sama lah keduduk kan nya 
seperti binatang
itu kenyataanya manusia 
yg dianggap sempurna 
walau hatinya bercampur dengan 
racun yg tak pernah tauh
akan jeritan saudaranya
tanpa bersalah 
dan tanpa sadar ia terlalu hina untuk hidup
jika aku bukan bukan manusia
maka aku akan berkata 
bahwa binatanglah yg lebih sempurah
                                                                  karya : Dedek julianti</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa takdir<br />
seorang manusia<br />
Pada dasarnya hanya<br />
Bisa menghancurkan satu sama lain<br />
Dan tak pernah merasa puas<br />
selalu haus dan haus<br />
manusia hanya bisa menangis<br />
jika ia merasakan sakit<br />
dalam hidupnya<br />
andai saja manusia<br />
 dilahirkan tanpa takdir<br />
dan tanpa perasaan&#8230;<br />
maka sama lah keduduk kan nya<br />
seperti binatang<br />
itu kenyataanya manusia<br />
yg dianggap sempurna<br />
walau hatinya bercampur dengan<br />
racun yg tak pernah tauh<br />
akan jeritan saudaranya<br />
tanpa bersalah<br />
dan tanpa sadar ia terlalu hina untuk hidup<br />
jika aku bukan bukan manusia<br />
maka aku akan berkata<br />
bahwa binatanglah yg lebih sempurah<br />
                                                                  karya : Dedek julianti</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dani</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-7437</link>
		<dc:creator>Dani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 03:26:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-7437</guid>
		<description>Aku dan Cintanya

Masih ku rengkul jari jemari mu
Masih menanti meski kau tak peduli aku
Dalam harap cemas sebuah bayangan bisu
Aku ada di sini masih menunggu mu

Aku sadar akan kehadiran ku
Membuat sesak nafas cinta itu
Kau tlah bercermin 
Meski rasa sayang itu ada untuk ku

Tak perlu memilih jika sakit
Jadi kan aku yang terakhir jika mudah
Ku hanya bisa brdiam sejenak
Karna esok atau nanti ku kan pergi

Inilah syair tentang apa yang terukir
Catatan cinta yang tak termiliki
Ini pun tentang cinta yang termiliki pula
Aku ada karena cinta mu ada meski bukan hanya aku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku dan Cintanya</p>
<p>Masih ku rengkul jari jemari mu<br />
Masih menanti meski kau tak peduli aku<br />
Dalam harap cemas sebuah bayangan bisu<br />
Aku ada di sini masih menunggu mu</p>
<p>Aku sadar akan kehadiran ku<br />
Membuat sesak nafas cinta itu<br />
Kau tlah bercermin<br />
Meski rasa sayang itu ada untuk ku</p>
<p>Tak perlu memilih jika sakit<br />
Jadi kan aku yang terakhir jika mudah<br />
Ku hanya bisa brdiam sejenak<br />
Karna esok atau nanti ku kan pergi</p>
<p>Inilah syair tentang apa yang terukir<br />
Catatan cinta yang tak termiliki<br />
Ini pun tentang cinta yang termiliki pula<br />
Aku ada karena cinta mu ada meski bukan hanya aku</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rohman ita seleme nya</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6448</link>
		<dc:creator>rohman ita seleme nya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 12:40:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6448</guid>
		<description>ter</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ter</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andry</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6436</link>
		<dc:creator>andry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 16:47:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6436</guid>
		<description>Sahabat itu seperti bintang,
Walau jauh dia tetap bercahaya,
Meski kadang menghilang tapi dia tetap ada,
Walau tak dapat dimiliki tapi tak bisa di lupakan,
Karna dia akan selalu ada di hati..............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabat itu seperti bintang,<br />
Walau jauh dia tetap bercahaya,<br />
Meski kadang menghilang tapi dia tetap ada,<br />
Walau tak dapat dimiliki tapi tak bisa di lupakan,<br />
Karna dia akan selalu ada di hati&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A'ansch_gokil</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6416</link>
		<dc:creator>A'ansch_gokil</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 07:21:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6416</guid>
		<description>kasih.....

bayanglah daku 
dalam lamunan mu

sebutlah namaq 
dalam bisikmu

ukirlah wajahq 
dalam khayalmu

mimpikan aq 
dalam tidurmu

dekaplah tubuhq 
dalam pelukmu

nyanyikan aq 
dalam lagumu

dan kenanglah aku 
disetiap langkahmu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasih&#8230;..</p>
<p>bayanglah daku<br />
dalam lamunan mu</p>
<p>sebutlah namaq<br />
dalam bisikmu</p>
<p>ukirlah wajahq<br />
dalam khayalmu</p>
<p>mimpikan aq<br />
dalam tidurmu</p>
<p>dekaplah tubuhq<br />
dalam pelukmu</p>
<p>nyanyikan aq<br />
dalam lagumu</p>
<p>dan kenanglah aku<br />
disetiap langkahmu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vie</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6409</link>
		<dc:creator>vie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 03:12:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6409</guid>
		<description>disini aku terdiam
disini aku merasakan cinta
hingga terlukapun aku masih disini..
jika cinta sempurna
maka hidup takan indah
karena
tak selama&#039;y cinta memberi kita k&#039;indahan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>disini aku terdiam<br />
disini aku merasakan cinta<br />
hingga terlukapun aku masih disini..<br />
jika cinta sempurna<br />
maka hidup takan indah<br />
karena<br />
tak selama&#8217;y cinta memberi kita k&#8217;indahan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vegy</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6360</link>
		<dc:creator>vegy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 13:14:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6360</guid>
		<description>penyesalan

ku kira kau akan setia kpada ku
ternyata kau permain kan ku 
yang sudah kini ku alami 
perjalanan cinta ku ini 

slama ini ku tak menyangka 
ku kira kau akan setia 
ternyata kau mendua 
kau membuat diriku terluka 

aku gax perlu cintamu 
setelah semuanya kau hancurkan 
aku gax perlu janji setia 
setelah kau duakan cintaku 

dulu kau pernah berjanji 
akan tetap setia menemaniku 
dan kini aku telah kecewa 
kautlah meninggalkanku.........????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>penyesalan</p>
<p>ku kira kau akan setia kpada ku<br />
ternyata kau permain kan ku<br />
yang sudah kini ku alami<br />
perjalanan cinta ku ini </p>
<p>slama ini ku tak menyangka<br />
ku kira kau akan setia<br />
ternyata kau mendua<br />
kau membuat diriku terluka </p>
<p>aku gax perlu cintamu<br />
setelah semuanya kau hancurkan<br />
aku gax perlu janji setia<br />
setelah kau duakan cintaku </p>
<p>dulu kau pernah berjanji<br />
akan tetap setia menemaniku<br />
dan kini aku telah kecewa<br />
kautlah meninggalkanku&#8230;&#8230;&#8230;????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rifqi</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6340</link>
		<dc:creator>rifqi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 06:47:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6340</guid>
		<description>adamu menghadirkan rasa yang berbeda, dari sujudku menyentuhmu dikalbu yang terasing, kau benar memberiku cinta yang tak biasa, cinta yang sempurna dengan segala rasanya. untukmu adaku, untukmu jiwaku karena untukmu nafasku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adamu menghadirkan rasa yang berbeda, dari sujudku menyentuhmu dikalbu yang terasing, kau benar memberiku cinta yang tak biasa, cinta yang sempurna dengan segala rasanya. untukmu adaku, untukmu jiwaku karena untukmu nafasku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nisa</title>
		<link>http://www.penyair.com/puisi-dan-syair/puisi-cinta/puisi-cinta/comment-page-1/#comment-6163</link>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 04:56:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penyair.com/?p=3157#comment-6163</guid>
		<description>kadang mentari tak tau mengapa melati disudut taman itu tersenyum indah 
kadang rembulan tak pernah tau mengapa pungguk itu tak henti menatapnya
dan kadang tatapmu tak kuasa raba suasana rasa yang hadir dalam sipu malunya,,,,,
tapi hati takkan kuasa bertahan selalu dalam ketidak tahuannya
karena sukma dan mampu raba semua rasa milik mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang mentari tak tau mengapa melati disudut taman itu tersenyum indah<br />
kadang rembulan tak pernah tau mengapa pungguk itu tak henti menatapnya<br />
dan kadang tatapmu tak kuasa raba suasana rasa yang hadir dalam sipu malunya,,,,,<br />
tapi hati takkan kuasa bertahan selalu dalam ketidak tahuannya<br />
karena sukma dan mampu raba semua rasa milik mereka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
