Takut Kehilanganmu
kala subuh membenamkan pantai di kesunyian
dan air meredup dalam ilir ombak yang sayup
mataku menelisik pasir yang meretas perlahan
hingga memendam tubuh di bulir-bulir pantai
sedang jiwaku masih membumbung bersama asap
mengingkari kegalauan yang terus mengendap
jauh di batas nadir ingatanku
kutunggu dirimu di balik senja yang hilang
sebelum tirai itu terbuka, sebelum matahari menghapus
aku takut angin menghembuskanmu menjadi rahasia
meninggalkan ceceran kalimat diatas jalan setapak
dan melantunkan doa yang telah terkoyak
matamu tetap terkerling dibawah langit kesadaranku
hingga menundukkan seribu gugusan bintang di hatiku
namun hatimu diam di batu karang yang tak lagi licin
dengan selembar selendang yang membuatku tersesat
dan kerangkaku yang memutih di ketinggian
seolah ku tak sanggup lagi membaui langitmu yang putih
kubiarkan daun itu luruh dari dahan yang merapuh
selebihnya hanya cahaya yang berenang diatas buih
membawa angin yang bertiup menuju muara
mengalir pelan ke palung di samudera hatiku
dan akan menjadi bagian redup kelopak mataku
0817448424
email :: jannah@penyair.com
Email Facebook: jannahfathul@rocketmail.com
This post was submitted by jannah.