ketika kata menjelma
ada cerita, ketika kata menjelma menjadi dialog cinta. begini ceritanya; ada dua titik air mata mengembun di ujung batang kering. diringi irama fajar yang mulai bergeming. mereka bertatap kata,
“saya air mata seorang gadis yang cinta pada seorang lelaki tapi ia telah hilang. Siapa kamu pula?”*
“saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis mencintai saya berlalu begitu saja.”*
lalu kata habis ditelan fajar yang mulai memakan buih-buih kata. dan embun terbang mengkristal di antara awan-awan kata.
20081128/SMG.
* Karya Anonim, gubahan a.ganjar s.
email: ganziarah@yahoo.co.id



November 28th, 2008 13:00
hm…what can i say? i like it…more than word…