NUKILAN CINTA
NUKILAN CINTA
Bercium cinta gundah dan lara
Bunyi kicau burung gagak
Sedih sembunyikan suara gelak
Lelah tidak terasa hingga cinta.
Aku cinta
Aku cinta
Aku mencintai
Mu.
Jalan bersimpang, teduh oleh pohon rindang
Menang, cinta, asmara, mesra, aku bahagia
Keringat itu aroma usaha
Kotoran itu warna kumandang.
Aku cinta
Aku cinta
Aku mencintai
Mu.
Aku menuggu matahari berputar ditaman
Aku menunggu sirembulan berputar dipeluk.
Luka
Seonggok derita bernanah..
Secuil sayatan menganga..
Terhempas..
Tersapu..
Hilang…
Yang Tinggal.. ceceran darah..
Setetes-demi setetes…
Sakit…
LUKA..
“Cinta S’bagai Sebatang lilin”
“Cinta dan Sebatang lilin”
Bagiku,
Mencintai…
hanya Sekali untuk Seumur Hidup…
Seperti Sebatang lilin yang hidup di satu malam yang gelap…
Dan Hanya Hembusan angin yang Mungkin mampu Memadamkannya….
Tolong Jangan Buka Pintu Itu Sayang….
Udara Di luar Terlalu Dingin….
Dan Akan Memadamkan lilin kita…
Jikalau Pagi telah tiba…
Hembuskan Lah Harum Nafasmu…
Untuk Memadamkan Lilin Kita…
Pergilah Kasih
Kasih….
Semburat tipis senyummu mengandung arti
Sebuah hasrat pengungkapan akan asa hatimu…
Mmmm,,,sayang,terpisahlah sudah kita
Mengukir angin berantai yang tak kunjung tersulam
Dia tlah membuka tangan untuk dirimu
Dan…
Aku..????
Masih termangu….tak tahu posisi hati..
Yach,,,,kurasa engkau tahu apa yang terbaik untukmu…
Kuijinkan kau tuk memilih
Ungkapkanlah segala hasrat di hatimu…
Jangan bimbang dan usah ragu
Karena semua jiwa…ada padamu….
