Tanya Sang Anak ~ Khalil Gibran
Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!
Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,”Kerana ibu lebih kuat dari ayah!”
Sang anak terdiam dan berkata,”Kenapa jadi begitu?”
Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab,”Kerana ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab,” Iya, kau adalah yang terkuat!”
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.
Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,”Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!”
“Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?” Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.
Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan. “Kerana engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam. Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!
Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,”Kau, kau adalah cinta kami sayang..”
pengagum seorang bidadari
aku cukup senang dengan hanya mengagumi wanita yang aku cintai
atau hanya sekedar mendapat sapaan hangatnya
karena kebahagiaanku terletak pada rasa sayangku pada orang yang aku kagumi
karena ialah yang membangkitkan lilin kecil yang redup di hatiku saat ini
pandanganku tak pernah lepas sedikitpun dari gambarannya
sekalipun mataku tertutup debu yang beterbangan, atau terhalang oleh badai yang mengamuk
namun takkan pernah menggoyahkan niatku untuk menatap gambaranmu
di dalam gelap, bisikanmu terbayang
mencuat dalam pikiranku seolah olah ia adalah suara bidadari
dalam gelap, aku melihat peri yang menari, melayang layang mengitari padang yang luas
dan membuat perasaanku menjadi gembira, dan tak pernah takut akan gelapnya tempatku berada
duhai orang yang ku kagumi,
betapa indah pesonamu, yang mengusik jiwaku
jika engkau memberiku kesempatan, aku takkan pernah sedikitpun mengecewakanmu hingga kematian menjemput ku
karya penyair_kesepian
maaf ya kalo jelek, masih belajar nih :)
