tari
tari
selamatkan darah moyang
tari
simpan giok dan giwang dalam guci
tari
sisipkan cinta untukku
98-09
Kotaku
“kotaku”
jauh mengharu dari yang dulu
tanpa satu ada yang menahu
tersimpan kisah satu kejayaan
pada cerita kebesaran sultan
hidup dengan segala kecakapannya
terkenal hingga seluruh pelosok
bukan karna rupa atau harta
tapi laku penguasa yang elok
hingga sekarang sangat disayang
kotaku penuh orang yang mengerang
disana merintih, disini menjerit
sebab laku penguasa buncit
hilang sultan berganti setan
mengumpul harta hingga karatan
ambil dalih sebagai malaikat
tau dibelakang siap menjerat
Medan, malam des ’08
Detikan Waktu
kiriman dari :
<xrekanugrahax@yahoo.co.id>
Dalam cerita malam itu waktu seakan telah usai
Semua tak berdetik lagi
Yang tersisa hanya desahan nafas
Dan sisa lainnya adalah sunyi dan hening
Mata kembali terjaga oleh persenggamaan
Antara fantasi ku dengan realitas yang ada
Dan Tak terjadi apapun pula
Hanya desahan dan erangan dan kesakitan
Tanda titik pertama telah kububuhi sudah
Mengakhiri langkah bermain kata yang telah lelah
Aku berteriak mencoba menggoyahkan kata lainnya
Dengan parau dan serak dan tetap tak bisa
Dan aku terhenyak teringat detik itu tidak sepenuhnya mati
Suara detak jantung yang kian mendebar
Membuat terpecah kerak malam saat itu menahun
Dan kembali aku tersadar bahwa waktu itu
Hanya membudaki ssaja
